KACA SPION VS. KACA DEPAN MOBIL
Oleh Khairul Azan
Pagi ini cuaca sedikit cerah, meski kabut asap masih menjadi teman hari, namun tidak menyurutkan langkah untuk beraktivitas seperti biasa. Lalu lalang kendaraan di jalanan mengantarkan tuannya sampai ke tujuan. Ada mobil, sepeda dan sepeda motor saling berpacu mengejar waktu.
Berbicara kendaraan, ada sesuatu yang menarik jika melihat mobil dengan komponen-komponennya. Ada kaca spion dan kaca depan yang menjadi perhatian dalam tulisan ini. Spion dan kaca depan memiliki fungsi berbeda, namun sama-sama dibutuhkan agar perjalanan sampai pada tujuan dengan selamat. Kaca spion digunakan untuk melihat apa yang telah terjadi dan kaca depan untuk melihat jalan yang akan dilalui.
Manusia hidup layaknya spion dan kaca depan mobil. Kaca spion mengajarkan kita bahwa perjalanan tidak dimulai dari sesuatu yang kosong, melainkan kumpulan berbagai pengalaman yang kita rasakan, banyak jalan yang yang ditempuh, banyak kesalahan yang dilakukan, dan berbagai keberhasilan yang pernah diraih.
Melalui spion mobil kita melihat apa yang telah terjadi. Bukan berarti kita perlu kembali ke masa lalu, namun menjadikan pelajaran dari apa yang pernah dibuat, jadikan kegagalan sebagai pengalaman berharga dan bermakna, serta jadi capaian sebagai motivasi pencambuk diri.
Seseorang dalam kehidupannya tidak pernah melihat spion, maka akan kehilangan pelajaran berharga dari perjalanan sebelumnya yang pernah ditempuh. Kesalahan akan kesalahan terulang kembali, seperti yang lazim diungkapkan dengan kalimat “jatuh di lubang yang sama”. Sebaliknya, orang yang melihat spion jalannya akan lebih hati-hati.
Melihat spion juga memberikan makna lain. Terlalu lama melihat ke belakang, maka akan kehilangan peluang besar di depan dan kehilangan fokus pada jalan yang akan dilalui, dan bahkan akan menyebabkan kecelakaan. Disinilah peran spion. Sesuai ukurannya yang kecil, hanya untuk dipelajari, bukan sebagai tempat untuk menetap dan tinggal kembali.
Jika kaca spion digunakan untuk melihat masa lalu, maka sesuai ukurannya yang besar kaca depan mobil digunakan untuk melihat masa depan yang terbuka lebar. Kaca depan menggambarkan peluang, harapan, mimpi-mimpi besar dan tujuan yang hendak dituju.
Kaca depan mobil memberikan makna tentang cara pandang yang luas dengan arah yang jelas. Memiliki visi hidup, sehingga berjalan dengan langkah yang pasti bukan berjalan tanpa tujuan yang pada akhirnya menyesatkan diri.
Spion dan kaca depan mobil harus berjalan seimbang. Jangan terlalu lama melihat masa lalu, sehingga lupa akan langkah yang harus diayunkan hari ini untuk mencapai masa depan yang cerah. Begitu juga sebaliknya.
Masa lalu memberikan pelajaran berharga dan bermakna, masa kini adalah tindakan nyata, dan masa depan adalah tujuan bersama.

No comments
Post a Comment