Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

TEKO DAN AIRNYA: BERSIHKAN PIKIRAN DAN JAGA JEMARIMU

 





Oleh Khairul Azan

Teko dan airnya, inilah judul yang terpikirkan di sela-sela mendengarkan tausiah subuh di Masjid Al-Huda Kota Tembilahan. Kabupaten yang terkenal  sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia yang letaknya di ujung Provinsi Riau.

Ada pepatah mengatakan bahwa “Mulutmu adalah Harimaumu”. Pepatah ini mengarahkan pada nasihat untuk selalu menjaga lisan. Apa yang kita ucapkan akan melahirkan konsekuensi baik positif maupun negatif. Akan menjadi positif ketika apa yang diucapkan adalah kalimat-kalimat positif, begitu juga sebaliknya, jika mengeluarkan kalimat negatif, maka akan melahirkan sesuatu yang negatif pula.

Seiring perkembangan zaman, sepertinya pepatah di atas sedikit mengalami perubahan. Kecanggihan teknologi menggiring manusia untuk berkomunikasi dengan cara yang lain. Salah satunya menggunakan “Jemari” untuk berkomunikasi lewat gawainya. Manusia mulai bisu, namun kebisuannya menjadi peluru yang menjerumuskan pada perpecahan dan pertikaian. 

Dengan mengetik pada sebuah gawai akan melahirkan kalimat yang bisa tersebar lewat pesan WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter dan media-media lain sebagai alat komunikasi. Kalimat-kalimat memecah belah mulai bertaburan yang menjangkau seantereo negeri dalam waktu yang singkat. Ketidakcerdasan dari para penerimanya (pembaca), maka akan melahirkan spekulasi yang beragam, ada yang menerima secara positif, namun tak sedikit juga yang bersifat negatif.

Komunikasi yang dibangun lewat gerakan jemari akan melahirkan pesan berantai, yang akan terputus ke hal-hal yang negatif ketika penerimanya bijak. Untuk bisa bijak dalam menerima pesan tersebut, maka dibutuhkan pikiran yang bersih sehingga melahirkan gerak jemari yang positif pula dalam merespon. Tah ubahnya seperti teko dan airnya. Ketika teko yang diisi dengan susu yang menyehatkan, maka dari mulut teko akan mengeluarkan susu yangn sehat pula. Begitu juga sebaliknya, ketika teko diisi dengan air racun, maka dari mulut teko tersebut akan mengeluarkan air racun yang siap mematikan. Saat ini mulut teko tak ubahnya jemari, jemari akan menuangkan isi pikiran kita. Oleh karena itu, jagalah jemarimu, dan bersihkan pikiranmu, agar jemarimu tidak terjurumus pada dosa berjamaah. 


Tembilahan, 23 November 2023 


No comments

Powered by Blogger.