Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

TEPIAN HATI: TAK ADA YANG ABADI



Oleh
Khairul Azan
(Dosen STAIN Bengkalis & Ketua DPD GAMa Riau Kabupaten Bengkalis)


Aku pernah terjatuh dan tak mampu untuk bangkit. Relung hatiku terasa pedih seakan-akan waktu mengantarkanku pada suatu masa yang begitu mencekik. Tak mampu berbicara dan tak mampu lagi untuk merasa. Melihat dengan mata dan fikiran terbuka justru yang ada hanya gelap tanpa cahaya. Merasa tentang sebuah peristiwa dimana kau dan aku pernah saling mengenal dan hati kita sama-sama bergetar dan menyapa.

Terperangkap dalam jurang hati yang telah memberikan kenyamanan memang sulit untuk kita merangkak keluar darinya. Butuh waktu yang panjang dan tenaga yang ekstra untuk bisa melewati semua itu. Barangkali ini adalah rasa yang hanya terjadi pada diriku saja, bisa saja orang lain tidaklah sepertiku. Mungkin aku terlalu lebai seperti bahasa anak-anak muda zaman  sekarang. Tapi aku tak mau membohongi dan membodohi diri sendiri dengan senyuman yang selalu ditampakkan meski fikiran memberontak dan hati terasa terkoyak-koyak dalam balada rasa yang memberikan perih. 

Cepat atau lambat semuanya pasti akan berubah. Itu sudah sifat manusia yang terkadang sering lupa. Lupa dengan apa yang telah diucapkan dan lupa tentang janji yang pernah diikralkan. Oleh karena itu jangan mudah untuk berjanji, karena mengucapkannya sangat mudah tapi mewujudkan janji itu yang paling susah.  Tapi biarlah, inilah hidup di balik apapun yang terjadi pasti ada hikmah dan pelajaran bagi kita agar menjadi lebik baik lagi.

Apapun itu, sekarang aku  telah menyadari, semua yang kita miliki di dunia ini tidak ada yang abadi. Ia akan pergi kapan saja ia mau. Lihatlah kapal yang berlabuh di dermaga. Sampai saatnya ia akan berlayar mengharungi samudra. Oleh karena itu jangan berikan pancang dermagamu sepenuhnya kepada kapal untuk mengikatkan tali agar ia bisa bersandar. Karena ia tidak selamanya, tapi ia akan pergi. 

Tak ada yang tetap untuk selamanya menetap. Daun yang gugur akan menjadi kering. Lalu hancur dan berterbangan diterpa angin. Yang muda akan menjadi tua. Yang mengasihi akan membenci dan yang jauh akan mendekati. Siang akan menjadi malam dan matahari akan digantikan oleh bintang-bintang yang mewarnai keindahan malam. Kita akan menyadari di balik perih yang kita tawarkan mengandung obat mujarab untuk dijadikan perbaikan kedepan. Meski kita pernah merasakan bahagia bersama atau menyakiti yang menyisakan luka. Jangan disesali, itu semua akan berperan untuk membentuk karakter diri kita saat ini.  


Hidupmu bukan kemaren tapi
hidupmu adalah sekarang dan akan datang”



Semoga bermanfaat.
Bengkalis, 20 Juni 2018

No comments

Powered by Blogger.