PENSIL VS. PENGHAPUS
Oleh Khairul Azan
Pensil dan penghapus adalah dua benda yang yang memiliki fungsi berbeda, namun selalu bersama. Pensil digunakan untuk menulis dan penghapus digunakan untuk menghapus tulisan yang salah. Sepintas kita akan menganggap pensil dan penghapus adalah benda sederhana yang tidak jauh dari fungsinya. Namun pernahkah kita merenung di balik itu semua, mengambil makna dari kedua benda tersebut?
Banyak pesan kehidupan yang bisa diambil dari pensil dan penghapus. Pensil mengajarkan kita bahwa setiap hari adalah lembaran goresan. Setiap hari adalah lembaran baru yang bertuliskan rencana, pengambilan keputusan, membangun hubungan dan langkah-langkah. Tidak menutup kemugkinan apa yang kita tulis adalah sesuatu yang belum sempurna, salah dalam memilih kata, tulisan terlalu panjang dan bahkan salah dalam pengambilan keputusan.
Salah dalam menulis bukanlah akhir kita untuk menulis, namun itu merupakan babak awal untuk lebih baik. Ketika apa yang kita tulis mungkin belum rapi, masih ada huruf yang terlalu besar, tanda baca tidak sesuai tempatnya, terlalu miring, terlalu kecil dan bahkan apa yang kita tulis salah. Lantas apakah kita berhenti menulis? Jawabannya “tidak”. Disinilah penghapus menjalankan fungsinya.
Kehidupan kita juga demikian. Bisa jadi kita pernah salah dalam berucap, salah dalam menentukan pilihan, keputusan yang berujung pada penyesalan, bahkan kita membuat orang lain kecewa.
Sebagai manusia melakukan kesalahan tentunya memiliki nilai negatif, namun tidak berarti nilai negatif itu melekat selamanya di diri kita. Pernah melakukan kesalahan bukan berarti gagal, namun kesalahan adalah bagian dari proses manusia yang sedang belajar.
Namun perlu dipahami, kita tidak boleh menjadikan penghapus sebagai tameng untuk terus melakukan kesalahan. Karena jika terus menerus melakukan kesalahan, berarti ia tidak belajar dari kesalahannya. Manusia terbaik adalah ia yang mahu belajar dan memperbaiki diri untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

No comments
Post a Comment