Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Ketika Nilai Menjadi Tujuan

 



Oleh Khairul Azan

Ketika seorang anak mendapatkan nilai 90 dalam suatu ujian sekolah yang diikuti, kita para orang tua akan memberikan apresiasi berupa kata pujian “hebat”. Namun apakah nilai 90 yang diperoleh anak tersebut telah menjadi representasi kemampuannya dalam memahami materi pembelajaran secara mendalam? Belum tentu. Ia mungkin memang memahami materi dengan sangat baik. Tetapi bisa juga ia mendapatkan nilai tinggi karena menghafal materi yang akan keluar dalam ujian. Ia mungkin mampu menjawab pertanyaan pilihan ganda dengan tepat, tetapi kesulitan menjelaskan mengapa jawabannya benar. Ia mungkin memperoleh nilai tinggi dalam matematika, tetapi belum tentu mampu menggunakan konsep matematika tersebut untuk menyelesaikan persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, seorang anak mendapatkan nilai 60, apakah berarti ia tidak mampu? Juga belum tentu. Mungkin ia memiliki cara belajar yang berbeda, membutuhkan waktu yang panjang untuk mendalami dan memahami materi pembelajaran secara utuh. Mungkin ia sebenarnya memahami konsep, tetapi mengalami kecemasan ketika menghadapi ujian sehingga tak jarang menggagu konsentrasi dalam pembelajaran. 

Oleh karena itu, memahami nilai dalam bentuk angka harus dibaca dalam konteks dan subtansi serta pengaplikasianya dalam kehidupan sehari-hari. Programme for International Student Assessment (PISA) misalnya, yang melihat bawah kemampuan seorang anak tidak hanya sebatas apakah siswa mampu mengingat pengetahuan. Melainkan kerangka asesmennya juga menekankan kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang tidak familiar.

Ini memberikan pelajaran penting untuk kita semua, baik sekolah, orang tua dan siswa  bahwa pendidikan tidak berhenti pada pertanyaan “Berapa nilainya?”, tetapi lebih jauh dari itu adalah bergerak menuju pertanyaan yang lebih substantif, yaitu “Apa yang sebenarnya dapat dilakukan anak dengan apa yang telah dipelajarinya?”, “Apa dampak dalam kehidupan nyata seorang anak dari proses pendidikan yang telah dijalaninya?”, dan “Apakah anak telah memiliki kemandirian akibat pola pikir yang telah berubah dari proses pendidikan yang diikuti?”.


Sumber Bacaan

OECD, PISA 2022 Assessment and Analytical Framework (Paris: OECD Publishing, 2023).

No comments

Powered by Blogger.