Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

CANGKIR VS. AIR





Oleh Khairul Azan

Banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari rutinitas menjalani kehidupan. Mereka hadir di lingkungan kita dan bisa jadi sangat dekat. Salah satunya cangkir dan air. 

Air tidak pernah memilih cangkirnya. Ia akan terus menjalankan fungsi sebagaimana ia diperuntukkan, mengalir, mengisi dan memberikan banyak manfaat. Namun manusia kadang berbeda. Kita terlalu befokus melihat air orang lain, sehingga lupa akan cangkir yang kita pegang erat di tangan sendiri. 

Ketika melihat orang lain memiliki pendidikan tinggi, maka kita akan merasa orang yang paling tertinggal. Ketika melihat orang lain memiliki jabatan tinggi, kita merasa orang yang tidak memiliki pencapaian. Ketika melihat orang lain memiliki harta berlimpah, kita merasa orang yang paling miskin. Ketika melihat orang lain memiliki kendaraan yang mewah, kita merasa orang yang paling rendah dan tak punya apa-apa. Dan begitulah seterusnya, sehingga rasa cukup tidak pernah ada.

Kita menganggap air orang lain lebih baik. Padahal ketidakpuasan tersebut bukan terletak pada air, melainkan pada cangkirnya. Karena sebaik apapun air yang kita miliki jika cangkirnya retak, maka tidak akan memberikan manfaat dan dampak. Pendidikan yang tinggi tidak akan berarti kalau tidak memberikan manfaat dan solusi, apalagi kalau terdapat kesombongan di dalamnya. Jabatan yang tinggi tidak akan mulia kalau hanya digunakan untuk merendahkan, bahkan jabatanhya digunakan hanya untuk mencapai obsesi pribadi, bukan kepentingan bersama. Harta berlimpah tidak akan berkah, ketika hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk membantu kalangan yang lemah. Kendaraan yang mewah tidak akan bermanfaat kalau hanya untuk mengantarkan diri sendiri sampai pada tujuan. 

Sebaliknya, cangkir yang sederhana akan memberikan manfaat ketika ia bisa menjadi tempat untuk menampung dan air yang ditampung bisa menghilangkan dahaga orang banyak. Orang yang pendidikannya tidak tinggi, tapi setiap perkataannya menenangkan. Orang yang jabatannya tidak tinggi, tapi kehadirannya dirindukan dan merasa saling dihargai. Orang yang hartanya tidak banyak, tapi kehadirannya mampu mengisi perut-perut yang kosong. Orang yang kendaraanya tidak mewah, namun kendaraan yang dimiliki mampu mengantarkan orang lain sampai pada tujuan.

Begitulah pada prinsipnya manusia hidup di muka bumi. Nilai seseorang bukan hanya terletak semata-mata pada banyaknya air dan kualitas air tersebut, tapi juga terletak pada sejauh mana cangkir mampu menjalankan fungsinya.

No comments

Powered by Blogger.