Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

Selamat Datang di Laman Lentera Kehidupan

BENIH VS. TANAH

 



Oleh Khairul Azan


Ada sesuatu yang menarik saat perjalanan menuju ruang kerja seusainya memperingati hari kesaktian Pancasila di  lapangan utama kampus. Pandangan tertuju pada tumbuhan yang menghijau dipinggir jalan, salah satunya pohon mangga yang rindang di mana di bawahnya terparkir beberapa kendaraan roda dua. 

Pernahkah kita mengambil pelajaran bahwa pohon mangga yang rindang itu ada karena sebuah benih. Perlahan benih kecil yang ditanam berubah menjadi kecambah, lalu muncullah batang, dari batang tumbuh ranting, dari ranting tumbuh daun hingga bukan hanya menjadi tempat berteduh karena rindangnya melainkan juga menghasilkan buah yang bisa dinikmati banyak orang karena manisnya. 

Benih yang kecil dan kadang nyaris tidak terlihat ternyata memiliki potensi untuk menjadi pohon yang besar. Namun perlu dipahami, tumbuh kembangannya benih yang pada akhirnya menghasilkan manfaat untuk orang banyak bukan hanya karena memiliki potensi, melainkan juga karena dipengaruhi oleh tanah yang subur. Kesubaran tanah memberikan ruang kepada benih untuk berkembang dengan baik, akar yang menghujam dan nutrisi yang cukup.

Begitu juga dengan menusia yang terlahir ke bumi dengan membawa segenap potensi. Potensi tersebut tidak akan berkembang ketika tidak berada di lingkungan yang tepat. Keluarga yang mendukung, kasih sayang yang diberikan, pendidikan yang tepat dan keteladanan di masyarakat sebagai contoh. 

Disinilah sinergisitas berbagai lingkungan mengambil peran. Pendidikan baik di sekolah, masyarakat dan keluarga saling bekerjasama. Ketiga lingkungan tersebut harus berfungsi layaknya tanah yang memungkinkan setiap potensi tumbuh sehingga benih kehidupan bisa berkembang dengan caranya masing-masing.

Jangan terlalu cepat menghakimi benih hanya karena belum terlihat hasilnya. Jangan mencabut benih karena ia belum mampu menjulang tinggi. Tetapi berikan waktu benih untuk berproses, rawat dengan sepenuh hati dan berikan cahaya agar benih tumbuh ke muka bumi. Berikan waktu agar benih mampu membangun akar sehingga menjadi pondasi yang kuat di awal. Begitu juga dengan seorang anak, ketika ia belum mampu untuk berprestasi, jangan lekas menganggap anak tersebut telah gagal. Melain berikan ruang untuk ia mencari jati diri, berikan kesempatan untuk ia menggali potensi terbaiknya sehingga suatu saat akan mucul di permukaan.

No comments

Powered by Blogger.